Busyro, jangan pergi langitmu masih biru
Jangan biarkan mimpi kami menari dengan kegundahan yang pucat
sebab pada diam yang kami tunggu terlampau murung
membakar nyanyian-nyaianmu tentang percintaan
dan,
terasa terlalu cepat senja menjulurkan tangannya pada
malammu
yang menyimpan selaksa rahasia dari perjalanan
sekali lagi di sudut Februarimu kami digenangi gairah
namun awan masih saja berlari dalam tatap kami yang
makin membiru
di sudut pikiran kami setumpuk lukisan bangga
telah berhamburan bagai sungai melati
di sini, sekali lagi kuteriakkan:
Busyro, jangan pergi langitmu masih biru.... !
-Ibnu Hajar-